Mengapa pemeriksaan mata begitu penting?
Pemeriksaan dan konsultasi mata adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk memeriksa ketajaman penglihatan dan lapang pandang, serta mendiagnosis penyakit mata guna merencanakan penanganannya dengan tepat. Pemeriksaan dan konsultasi mata memiliki bentuk tes yang cukup bervariasi, yang bertujuan untuk mengevaluasi seluruh aspek kualitas penglihatan.
Di Klinik Alyssa Medika, kami menyediakan fasilitas pemeriksaan mata dan ditangani oleh para optisien yang berpengalaman.
Tipikal pemeriksaan mata di Klinik Alyssa Medika berlangsung kurang lebih 30 menit yang meliputi serangkaian pemeriksaan sebagai berikut, atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien.
- Diskusi santai seputar kondisi mata Anda saat ini serta gaya hidup yang mungkin mempengaruhi kesehatan mata.
- Penilaian dari kacamata yang Anda gunakan saat ini serta kecocokannya.
- Pengukuran elektronik dengan komputer untuk mendapatkan estimasi yang akan digunakan optisien untuk melakukan pemeriksaan manual.
- Penilaian dari penglihatan Anda, seberapa baik Anda melihat dengan atau tanpa kacamata. Disini optisien akan menggunakan “Letter Chart” berisi huruf-huruf dalam berbagai ukuran yang biasa dipakai untuk melakukan uji mata.
- Optisien akan menggunakan lensa dengan ukuran power yang berbeda-beda untuk mengetahui apakah penglihatan Anda dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak.
- Kami akan memperhatikan penglihatan Anda dalam berbagai jarak pandang; jauh, menengah (komputer), dan membaca; termasuk jika ada kebutuhan khusus.
- Penilaian dari kesehatan mata Anda. Jika terindikasi, disini kami akan memeriksa bagian luar mata menggunakan lampu terang untuk memastikan mata Anda sehat dan berfungsi secara normal. Para optisien akan dapat mengenali perubahan yang terjadi yang dapat mempengaruhi kesehatan mata, sehingga dapat merujuk Anda ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut.
- Di akhir pemeriksaan, optisien akan memberikan serta menjelaskan secara rinci hasil dari uji mata Anda.
Kami percaya dapat memberikan pemeriksaan mata secara profesional sekaligus memberikan pengetahuan kepada para klien dalam hal perawatan dan kesehatan mata yang tepat. Kami memiliki tenaga staf yang sangat terlatih serta program pendidikan berkelanjutan yang selalu mengikuti perkembangan terbaru di bidang optik dan perawatan mata, didukung juga dengan peralatan terbaru dan modern.
Indikasi Pemeriksaan dan Konsultasi Mata
Pasien dengan keluhan-keluhan berikut ini, sepatutnya menjalani pemeriksaan dan konsultasi mata:
- Mata merah dan nyeri
- Pandangan kabur
- Penglihatan ganda
- Sensitif terhadap cahaya
- Muncul benda kecil yang melayang pada penglihatan (floaters)
- Muncul kilatan cahaya
Selain bila ada keluhan, dianjurkan juga untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi mata rutin secara berkala. Seberapa sering pemeriksaan dan konsultasi mata dilakukan, umumnya tergantung dari usia:
- Balita. Pemeriksaan mata awal dilakukan kepada bayi dan anak usia di bawah 3 tahun. Tujuannya adalah untuk memeriksa gangguan mata yang rentan terjadi pada rentang usia ini, seperti mata malas (amblyopia), mata juling, dan rabun jauh. Kemudian, pemeriksaan mata dapat kembali dilakukan saat anak berusia 3-5 tahun.
- Anak-anak dan remaja. Pemeriksaan mata umumnya dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah. Dokter akan menyarankan seberapa sering jadwal pemeriksaan mata dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pada kondisi mata yang dinyatakan sehat, tetap disarankan untuk mengikuti pemeriksaan mata sebanyak 1-2 kali setahun.
- Dewasa. Pemeriksaan dan konsultasi mata pada orang dewasa yang kondisi matanya dinyatakan sehat, umumnya sebagai berikut:
– Usia 20-39 tahun: tiap 5 atau 10 tahun sekali.
– Usia 40-54 tahun: tiap 2-4 tahun sekali.
– Usia 55-64 tahun: tiap 1-3 tahun sekali.
– Usia 65 tahun ke atas: tiap 1-2 tahun sekali.
Selain rekomendasi di atas, pemeriksaan dan konsultasi mata perlu dilakukan lebih sering apabila terdapat kondisi seperti berikut:
- Menggunakan kacamata atau lensa kontak.
- Diabetes.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Adanya riwayat glaukoma dalam keluarga.
Mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi kesehatan mata, misalnya kortikosteroid, tamsulosin, pil KB, obat kolesterol, antihistamin, diuretik, dan antidepresan.
Peringatan
- Beri tahu dokter apabila sedang mengonsumsi obat-obatan, termasuk suplemen dan produk herba, pada saat melakukan pemeriksaan dan konsultasi mata.
- Beri tahu dokter juga apabila memiliki alergi terhadap zat tertentu.
- Sebelum pemeriksaan, dokter dapat meneteskan obat tetes mata untuk melebarkan pupil. Obat tetes ini dapat membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
Maka tunggu apalagi? Anda hanya tinggal duduk santai dan biarkan tenaga profesional kami yang menguji mata Anda. Sampai jumpa di Klinik Alyssa Medika!